Selasa, 25 Januari 2011

Abis nonton salah satu drama dan disitu dibahas tentang seorang pelajar berumur 18 tahun yang “ketauan” hamil oleh gurunya.

Sang guru pun menyuruhnya keluar dari sekolah walaupun si pelajar ini tidak mau, dia berpikir kenapa hanya karena dia hamil lalu dia harus keluar dari sekolah tersebut??

dan gw pun berpikir yang sama dengan pelajar itu,

kenapa hanya karena hamil lalu dikeluarkan dari sekolah??

bukankah sudah hak setiap warga Negara untuk mendapatkan pendidikan??

kalau semua guru dan pendidik lainnya berpikiran seperti itu, maka wajar saja kalau angka aborsi itu cukup tinggi.

bukankah sudah cukup dengan si pelajar tersebut mengetahui kesalahannya dan tanggung jawabnya??

bukankah sudah baik kalau si pelajar tersebut tetap berpikir untuk melahirkan anaknya dengan selamat dan tetap mengutamakan pendidikan??

sepertinya antara pendidikan dan kehamilan itu tidak ada sangkut pautnya sama sekali.

bukankah seharusnya guru itu malah memberikan dukungan dan pengertian tentang masalah yang dihadapinya ini??

bahkan teman-temannya pun ikut memberikan kesan yang buruk kepada si pelajar ini, padahal mereka adalah teman sekelas yang notabene adalah orang-orang terdekatnya disekolah tersebut, sehingga dengan terpaksa dia pun harus keluar dari sekolah tersebut.

sungguh sangat disayangkan ketika ada seorang pelajar yang masih sangat membutuhkan pendidikan tapi malah dihentikan oleh para pendidik itu sendiri, padahal tidak sedikit pula pelajar yang mengabaikan pendidikan namun sang pendidik mengabaikan mereka.



1 komentar:

Anonim mengatakan...

Mungkin sekolah (dalam hal ini sekolah-sekolah konvensional) mempunyai pertimbangan-pertimbangan lain yang bisa merugikan instansi tersebut dan juga si bocah itu jika tetap bersekolah. Mungkin saja, kan?