Selasa, 22 Februari 2011

Gara-gara si Busway

Pada tau kan gara-gara jalur busway koridor 9, bis-bis umum seperti P6 dan kawan-kawannya pada dilarang "narik"..
Nahhhh..
gw pikir tuh hanya bis-bis yang searah dengan koridor itu aja yang diapus,
dan ternyata (deng..deng..) bis Mayasari Bhakti yang paling gw cintai yaitu 57 ternyata juga dilarang buat "narik"..
=_="
bener-bener mengesalkan!
Mereka tuh gak tau apa kalo penumpang 57 tuh bejibun!
dan itu satu-satunya akses gw buat jalan ngampus..
=_='

Sebenernya masih ada beberapa bis yang lewat tapi jaraaaaaanngggg banget..
itu juga udah gak ada tulisannya dia itu nomor bisnya berapa dan trayeknya apa,
dan sekalinya lewat, bis tersebut isinya udah kayak lontong isi,
bener-bener penuh!

Akhirnya tadi gw menyerah untuk tetap setia pada si 57 yang walaupun gw dengan setia menanti hingga 1 jam dan sekalinya lewat diri gw ini gak bisa keangkut!
sungguh sakit hati dikhianati seperti itu.. =_="
Dan gw pun tadi pagi memulai perjalanan gw yang seharusnya singkat (cipinang - rawamangun) dengan TransJakarta..
Lalu apa yang telah gw alami??
gak jauh beda dengan menanti si 57..
Lama! dan gw pun mendapat penolakan berkali-kali oleh si Bus Trans Jakarta yang lewat!
bener-bener sakit hati.. =_="

Jadi, tolong deh ya kepada pemerintah terkait (siapapun!) dan pengelola bus Trans Jakarta,
kalau kalian berani mengambil sikap untuk menghapus trayek-trayek bis umum maka berikan kami harga yang pantas untuk itu!
Armada kalian aja belum dapat menampung kami semua dan kalian berani-beraninya mengambil sikap seperti itu,
coba dong kalian merasakan sekaliiiii aja betapa kecewanya kami yang sudah tersenyum gembira karena akhirnya penantian panjang menunggu si busway itu usai sudah, namun harus kembali patah hati karena ternyata kami ditolak karena bis tersebut sudah "penuh"..
Sepertinya waktu kami sama berharganya dengan waktu kalian, tapi kenapa kalian harus menyia-nyiakan waktu kami dengan urusan "sepele" ini?
Apa kalian lebih ingin kami memilih menggunakan kendaraan pribadi yang sudah "sangat" banyaknya di jalanan ibu kota ini??
Bukankah ini sama saja dengan gali lubang tutup lubang??
Alih-alih menyelesaikan masalah kemacetan Jakarta dengan si Busway Trans Jakarta,
tapi malah membuat orang-orang untuk lebih memilih kendaraan pribadi yang notabene penyebab kemacetan utama..
Dan asal kalian tahu wahai Pemerintah dan Pengelola Trans Jakarta,
karena sikap kalian ini tidak sedikit angkutan yang beroperasi tidak sesuai trayeknya!

0 komentar: