Kamis, 23 Agustus 2012

catatan untuk bapak

*Ini hanyalah sebuah catatan dari seorang anak kepada bapaknya, mungkin memang tidak pantas di publikasikan di tempat umum seperti ini, tapi ini hanyalah sebuah harapan agar beliau dapat membaca catatan seorang anak ini, walaupun entah kapan beliau dapat membaca ini*




Pak,
Aku sadar kalau aku bukan anak yang bisa bapak harapkan,
kepribadian ku jauuuuh dari bayangan anak perempuan Jawa yang bapak inginkan,
yang sopan, lemah lembut, serta rajin untuk mengerjakan pekerjaan rumah supaya menjadi ibu rumah tangga yang baik,
tapi aku tetep sayang bapak walaupun emang gak bisa In ucapin langsung,
maaf juga karena sikap ku sangat sinis sama bapak..

Kita emang gak pernah deket pak,
mungkin kalau orang lain baca ini pasti dibilang sesuatu yang aneh,
iya aneh, kita tetap satu atap dari dulu dari In terlahir di dunia ini, tetapi kita gak pernah deket pak,
ironis memang..
Oiya kita pernah akrab untuk beberapa waktu loh pak,
tapi itu juga didepan orang lain biar kesannya kita dekat, hehe..
Pengen banget deh gak usah pura-pura deket gitu, padahal kita ini beneran bapak-anak kandung ya?
Tapi kenapa aku masih bisa lebih nyaman dan akrab dengan "bapak-bapak" lain dibandingkan dengan bapak kandungku sendiri?
Ini masih suatu pertanyaan tersendiri buat aku Pak..

Oiya kenapa aku nulis ini buat bapak,
karena aku gak sanggup ngomong langsung sama bapak, hehe..
Pengecut banget emang anakmu yang satu ini Pak..

Pak,
semoga kita bisa seperti dulu lagi ya, rekreasi bersama keluarga walaupun murah meriah tetapi yang paling penting kita bisa berkumpul bersama,
entah kapan ini bisa terjadi lagi,
tapi semoga kita bisa seperti itu lagi ya pak,
gak ada kata gagal untuk membangun keluarga seperti dulu kok pak,
walaupun sekarang sudah seperti ini, tapi kami harap bapak tetap mau bersama kami,
memang sih bapak selalu ada setiap harinya di rumah ini,
tapi bapak nyadar gak sih kalau bapak pulang ke rumah hanya membawa lelah saja,
sedangkan hati bapak sudah ditinggal di tempat lain,
kami juga inginkan hati bapak, walaupun sudah terbelah dan gak utuh lagi juga gak mengapa buat kami,
karena yang kami inginkan hanya bapak kembali kerumah ini dengan membawa hati bapak se'dikit' apapun itu..

Pak,
mungkin untuk aku pribadi sih terserah lah bapak mau ngapain lagi,
terserah bapak juga mau pulang tetapi gak bawa hati bapak kemari,
tapi bapak pernah mikir gak gimana perasaan anak bapak yang lain? buat si bungsu mungkin?
dia yang nasibnya paling baik diantara kami pak,
dia hadir di dunia ini ketika bapak sudah mulai hangat terhadap keluarga ini,
tapi bapak kembali lagi seperti dulu, lebih parah mungkin..
Aku memang udah terbiasa dengan bapak yang seperti itu apalagi umurku juga sudah terbilang dewasa,
tetapi yang lain? nggak pak, aku rasa dia belum paham akan keadaan yang seperti ini..

Pak,
di hari yang masih terbilang Fitri ini, aku harap bapak masih bisa memberikan kami kesempatan untuk dekat kembali dengan bapak, untuk dapat kembali diberikan hati bapak..
Kapan pun pak,
kapan pun kami siap menyambut bapak yang membawa kembali hatinya kerumah ini lagi..

Kami rindu bapak yang dulu..

Salam dari anak mu yang tertua..

0 komentar: