Sabtu, 10 April 2021

Mencoba Untuk Promil 3

Akhirnya kembali ke klinik lagi setelah fiks Menstruasi. Sebelumnya pasca hidrotubasi sempat flek beberapa hari dan sudah reservasi ke klinik, namun ketika hari H dokternya tidak dapat hadir dan diundur esok harinya, dan pada hari pula fleknya selesai 😅. Jadi, gw dan suami memutuskan untuk menunggu menstruasi yang sebenarnya. 
Tanggal 6/4/21 tamu yang ditunggu pun tiba, dan memang sudah berdoa sebelumnya agar ketika menstruasi agar jatuh pada hari Selasa atau Jumat, karena dokter menyuruh kami datang di H2 menstruasi dan jadwal dokter di klinik tersebut adalah Rabu dan Sabtu. Hari Rabu, 7/4/21 pagi gw langsung reservasi ke klinik dan dapat nomor antrian 33. Gak kebayang sebenarnya akan masuk ruang periksa dokter jam berapa, karena ketika hidrotubasi gw dapet antrian 17 dan dipanggil ke ruang periksa dokter jam 10 malam 😂. 
Jam setengah 9 malam gw wa ke klinik ngabarin kalau akan telat datang, dan dijawab "oke ditunggu untuk tensi". Namun, ketika sampai sana sekitar jam 9 lewat hampir setengah 10, bidan(?) sudah memasang tampang tidak senang karena gw baru sampai 🙄 dan beralasan "Kalau dokternya ingin closed gimana? Kan kasian ibunya sudah jalan jauh-jauh kesini", dan logika gw ga masuk sih sama 'omelan' bidan(?) tersebut, karena kalau mau closed ya harusnya dari gw reservasi sudah dibatasi, kalau sampai ada antrian nomor 30 sekian berarti memang administrasinya harus dipertanyakan, kenapa tidak koordinasi dengan dokter untuk hari tersebut dapat menerima berapa pasien 🤦‍♀️ Tapi sudahlah, waktu itu juga sudah malam dan energi untuk ribut pun sudah habis. 
Jam setengah 12 malam nama gw baru dipanggil ke ruang periksa 😂. Ketika masuk dokternya sedang berkeluh kesah karena lehernya pegal-pegal. Ya tentu saja pegal, karena sebelumnya dokter tersebut bertugas di rumah sakit dan malamnya ke klinik dengan pasien 30 sekian. 
Ketika masuk, gw langsung menyerahkan lembar hasil tes sperma suami, dokter pun menerangkan hasilnya seperti apa (yang sebenernya gw juga udah cari tau isi dari hasil tes tersebut apa saja, jadi ga terlalu kaget dengan ucapan dokter). Selesai menjelaskan hasil tes tersebut, dokter pun meminta gw untuk di USG, sebelumnya gw ngeri kalo akan di USG transvaginal karena setelah browsing sana-sini banyak yang mengatakan dengan transv, karena gw cukup geleuh ya kalau lagi mens dan harus transv. Namun hamdalah, dokter melakukan USG biasa 😅. Hasilnya bagus alhamdulillah, tidak ada tanda-tanda kista seperti yang gw takutkan dan terlihat sel telur sudah ada dengan ukuran yang normal. 
Selesai periksa, dokter pun meresepkan beberapa obat untuk gw dan suami serta memberikan perhitungan tanggal untuk berhubungan. Tak lupa beliau pun meminta kami untuk kembali lagi setelah lebaran (karena waktu untuk kembali bentrok dengan libur lebaran) dan terselipkan pula doa agar gw dapat hamil di bulan ini juga (agar ketika datang periksa pasca lebaran sudah bukan untuk promil). Aamin aamin yaa rabbalalamin.. 

0 komentar: