Rabu, 10 Desember 2008

KOPAJA Tanpa Kenek

Ini hari keduaku menumpangi Kopaja 609 yang gak ada keneknya..
Kopaja itu seperti kehilangan nyawanya,,
karena sang kenek tak ada..
Biasanya ada suara yang begitu bersemangat meneriakkan “MARUYA..MARUYA..MARUYA..”..
Tapi dari kemarin tak ku dengar suara tersebut..

Sang supir pun tampak begitu kerepotan,,
karena bila penumpang ikut kedalam Kopajanya,,
ia lalu menepikan kopajanya dan berubah profesi menjadi kenek..

Sangat merepotkan menurutku,,
tak seperti halnya angkutan umum kecil yang hanya terdiri dari sang supir,,
jadi bagi para penumpang dapat memberikan ongkosnya setelah ia turun dari angkot..
Lain lagi dengan kopaja yang beranggotakan 2 orang,,
sang kenek dan sang supir,,
mereka seperti mata rantai yagn tak dapat terputuskan..
sang supir mengendalikan kopajanya dan sang kenek menarik perhatian para penumpang dan menagih uang ongkos..

KOPAJA tanpa kenek,,
seperti bangunan tanpa pondasi,,
takkan kuat..
Tetap bersemangatlah bagi sang supir Kopaja 609 Jurusan Blok M- Maruya..
Walau tanpa pendamping teruslah berjuang tuk mencari nafkah...

0 komentar: