Pikirku bahwa cita-cita, harapan, dan masa depan adalah sejalan.
Namun,,
semua itu tidaklah sama dengan kenyataan yagn telah ku alami.
Semua cita-citaku selalu berubah setiap tahunnya,,
karena setiap tahun jalan yang harus ku lalui berbeda.
Di mulai dengan ingin menjadi koki,,
lalu ku belokkan kembali inginku untuk menjadi koki karena segala keterbatasan (dana) yang ada..
Kemudian sudah ku tekadkan untuk menjadi penulis / sastrawan,,
namun kabar buruk kembali menghadang..
Sekolah yang benar ku tuju telah menghapus kelas bahasa..
Berbulan2 ku tak ada keinginan untuk meneruskan sekolah,,
padahal ujian sudah menyapa dengan salam hangatnya..
Lalu pada suatu waktu seorang kawan yang mengerti keadaanku berkata :
“Ndoel,, daripada bingung mu miLih sekoLah,,
mendingan Loe ikut gw masuk STM..
Itung2 buat jagain gw..”
Mendengarnya aku hanya tersenyum pasrah,,
pikirku daripada salah masuk sekolah dan membuatku makin malas untuk mengahadapi hidup ini,,
lebih baik ku ikuti sarannya..
Namun diluar dugaan,,
kawanku yang satu itu malah memilih sekolah di SMA yang cukup terkemuka di daerah Jakarta Timur..
Mulailah ku jalani hidupku di sekolah teknik ini,,
-awalnya memilih elektronika karena ku udah punya dasar,,
namun karena saran dari kawanku itu ku lebih memilih untuk masuk jurusan Bangunan-
Setelah 3 tahun mencoba untuk mencintai dan mendalami “dunia bangunan” ini kembali harus ku hadapi tantangan hidup ini..
Ku diterima PKL di tempat yang gak berhubungan ma bangunan sama sekali..
Dan satu hal yang dapat ku simpulkan,,
bahwa Manusia memang hanya dapat berencana,,
sedangkan Allah SWT yang menentukan..
Jadi,,
ku jalani saja kehidupanku saat ini dengan sebaik-baiknya,,
dan ku pasrahkan segala hasilnya...
Selasa, 09 Desember 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
1 komentar:
Hidup takdir Allah!!!
MERDEKAH !!!
Posting Komentar